Medium Komunikasi Pariwisata Melalui Film Animasi

(STUDI KASUS ANALISA ISI FILM COCO)

  • Moch. Djauhari Stikosa - AWS
  • aulia Prodi S2 Media Komunikasi Universitas Airlangga
Keywords: Identitas Kawasan Wisata, Kegiatan Budaya dan Adat, Medium Komunikasi, Film Animasi

Abstract

Film dapat mengangkat citra sebuah tujuan wisata tempat pembuatan film tersebut. Pendapatan daerah tempat tersebut menjadi meningkat. Contoh dari film laskar pelangi (2008) dari film tersebut kita juga bisa melihat paronama dari pantai Tanjung di pulau Belitung. Kemudian ada juga film di tahun 2016 masih dari film Indonesia yaitu film ada apa dengan cinta yang mengambil lokasi syuting di kota Yogyakarta seperti Ada Apa Dengan Cinta 2? film yang dapat meningkatkan kunjungan wisata dan devisa pendapatan kota Yogyakarta. Terdapat Film lain yang dapat meningkatkan devisa pendapatan daerah tetapi dengan format film animasi di tahun 2017. Film tersebut tidak lain berjudul “Coco” film animasi karya produksi Disney dan Pixar yang mengangkat salah satu tempat di negara Mexico ini berhasil merajai Box Office di Amerika Serikat dan beberapa negara di dunia. Coco yang dirilis tahun 2017 ini banyak mendapatkan pujian dari kritikus film, film iniberhasil mengumpulkan keuntungan yang fantastis. Kehebatan new media dengan segala sisi interaktifnya dan fungsi konvergensinya terus berkembang. Banyak media yang membentuk destinasi pariwisata melalui media komunikasi seperti film, iklan, buku, televisi, media online dan lain sebagainya. Menarik untuk dikaji dan dianalisa sebuah film animasi seperti COCO ini, bagaimana sebuah film menjadi medium komunikasi yang cukup efektif dalam peningkatan destinasi wisata. Dengan studi pendekatan Kuantitatif, penelitian ini menggunakan metode analisis isi, yaitu metode yang digunakan untuk meriset atau menganalisis isi komunikasi secara sistematik, objektif dan kuantitatif. Analisis isi kuantitatif lebih memfokuskan pada isi komunikasi yang tampak (tersurat/manifest/nyata). Hasil dari penelitian ini adalah Film COCO memberikan pesan komunikasi pariwisata khususnya di kategorial Budaya dan Adat Istiadat yang tergambar cukup jelas dan detil pada plot hingga setting dalam filmnya.

References

David Bordwell, K. T. (1997). The Shot: Mise-en-Scene. In Film Art: an Introduction. (pp. 169–209).
Eriyanto, A. I. (2011). Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-ilmu Sosial Lainnya. Kencana, Jakarta.
Krippendorff, K. (2012). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage.
Kriyantono, R., Sos, S., & Si, M. (2014). Teknik praktis riset komunikasi. Prenada Media.
Kristiyono, J. (2018). Film Sebagai Medium Komunikasi Pariwisata. Tourism, Hospitality and Culinary Journal, 2(1), 44-52.
Pendit, N. S. (2002). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana–Cet. 8 (Edisi Terbaru) dengan Perbaikan–Perbaikan. Penerbit Pradnya Paramita: Jakarta.

Non Buku :
http://classes.yale.edu/film-analysis/htmfiles/mise-en-scene.htm7sep2016
www.cnnindonesia.com/ 08/01/2018 (terakhir akses 08 Januari 2018)
https://www.rottentomatoes.com/m/coco_2017/ (terakhir akses: 29 Januari 2018)
Published
2018-12-28
How to Cite
Moch. Djauhari, & Aulia Afniar. (2018). Medium Komunikasi Pariwisata Melalui Film Animasi: (STUDI KASUS ANALISA ISI FILM COCO). Jurnal Spektrum Komunikasi, 6(2), 59-66. https://doi.org/10.37826/spektrum.v6i2.33